Profilku

Rahmad Kurniadi, pria kampung yang khas dengan suara cempreng melengking bercampur bass serta tinggi badan yang tertulis dalam ID Card SIM A dan SIM C tidak melibihi dari 168cm itu tulen putra Asli Bakau Hulu, Labuhanhaji Kabupaten Aceh selatan. Anak kampung itu akrap dengan panggilan Rahmad, ia lahir pada tanggal 03 Desember 1993, lahir bukan di rumah sakit dan bukan pula klinik persalinan bidan ternama tetapi lahir disebuah rumah sederhana di kaki gunung Desa Bakau Hulu tepatnya di dusun Pancuran. Dusun pancuran diambil dari nama seorang Ulama Sufi yaitu Tgk. Pancuran. Desa Bakau Hulu dari sejak berdirinya terkenal dengan kolam aie sajuak, dimana menjadi salah satu tempat wisata favorit dikawasan Barat Selatan Aceh khususnya di Daerah Aceh Selatan dulunya. 

Lahir dari sebuah keluarga yang sangat sederhana dan Agamis. Kedua orang tuanya taat beragama walaupun dalam menjalankan ibadah terdapat perbedaan khilafiyah diantara keduanya. Bunda seoarang Anggota NA (Nasyiatul Aisyiah) tulen dari keluarga besar Muhammadiyah, sedangkan Ayah tulen dari keluarga besar PERTI (Persatuan Tarbiyah Islam). Rahmad kecil berada dalam dua arus gelombang pemikiran yang berbeda mengenai pemahaman keAgamaan karena latar belakang orang tua, namun demikian tidak membuatnya goyah dan bimbang dalam melakukan ibadah wajib dalam Islam. Seiring bertambah usia tepatnya pada usia 5 tahun rahmad kecil lebih cendrung mengamalkan ibadah sesuai dengan apa yang dipahami oleh Bundanya atau dalam kata lain lebih memihak kepada Muhammdiyah dari pada PERTI. Hal itu disebabkan oleh banyak Faktor salah satunya faktor lebih dekatnya kepada Bundanya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. 

TPA Al-Furqan Binaan Muhammadiyah Desa Bakau Hulu menjadi tempat Rahmad mulai belajar Agama bersama kawan-kawan seumurannya, mulai dari belajar mengaji Al-qur’an, belajar praktek Shalat Wajib, Shalat Jenazah dan hal lainnya yang menyangkut tentang kehidupan seoarang muslim yang baik. TPA Al-Furqan pada masa itu menjadi salah satu TPA favorit di Labuhanhaji karena Santri dan Santriwatinya dalam mengikuti perlombaan tingkat Kecamatan banyak yang mendapat juara. 

Tahun 2000 ia mulai sekolah di Sekolah Dasar di SDN Padang Bakau yang berjarak lebih dari 1KM dari rumah, membuat ia menjadi seorang anak kecil yang kuat karena harus pergi dan pulang sekolah dengan berjalan kaki, tak ada kendaraan khusus yang ia gunakan untuk pergi Sekolah Dasar dan tak ada jemputan khusus yang ia harapkan. Tahun 2006 rahmad masuk MTs Muhammadiyah Padang Bakau, Madrasah Tsanawiyah milik Muhammadiyah itu menjadi tempat dia belajar ilmu umum dan Agama, walaupun muruid di MTs Muhammadiyah Padang Bakau tidak terlalu banyak, namun kualitas pendidikannya tidak jauh beda dengan sekolah menengah pertama yang ada di Labuhanhaji, terbukti dengan Alumninya yang telah sukses di berbagai bidang. 

2009 ia masuk SMA N 1 Labuhanhaji, SMA itu termasuk SMA tertua dan Favorit di Aceh Selatan. Lingkungan SMA membuat dia harus jadi lebih mandiri, kreatif dan innovatif karena disana tempat berkumpulnya para remaja dari berbagai kecamatan, berbagai macam corak prilaku, berbagai logat bahasa, dan berbagai pola pemikiran. Di SMA rahmad masuk dalam jurusan IPA sampai selesai tahun 2012, ia bukan anak yang dapat ranking 3 besar namun ia juga bukan anak yang mendapat ranking paling akhir, ia adalah anak yang berada di tengah-tengah. Perilaku semasa di SMA tidak terlalu baik dan juga tidak terlalu buruk membuat dia tidak terlalu di kenal oleh semua guru. Tidak ada pelajaran yang ia favoritkan sewaktu SMA dan juga tidak ada guru yang ia idolakan disana, dunia SMA nya tidak fokus belajar mencari nilai rapor semata, tapi hampir setengahnya ia sibukan dengan bermain riyang dan gembira bersama teman terutama bermain bola kaki di lapangan belakang SMA. 

Main bola kaki dilapangan belakang sekolah penuh dengan resiko, karena sering main di waktu jam pelajaran berlangsung. Namun di jam-jam pelajaran itu pula permainan bola kaki dilapangan belakang itu sangat seru dan menarik, walau sering di marahin sama guru sampai di kejar oleh guru untuk membubarkan permainan kami itu. 

Rahmad masuk dalam kepengurusan OSIS tahun 2011 SMA N 1 Labuhanhaji yang diketuai oleh Saudara Noval Suhendra, rahmad ditunjuk sebagai Kabid KeAgamaan, karena pernah memenangkan CCA (Cerdas Cermat Agama) Se-SMA N 1 Labuhanhaji waktu itu. Satu periode bersama OSIS boleh di bilang program yang berjalan adalah program bidang yang dikomandoinya yaitu bidang Agama. 

Pertengahan 2012 mulai jadi mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh atau saat itu dikenal dengan nama Institut Agama Islam Negeri Ar-Raniry yang dikenal oleh mahasiswa sebagai kampus biru, salah satu kampus kebanggaan orang Aceh atau sering didengungkan dengan kampus Jantong Hatee Rakyat Aceh. Dikampus tersebut dia kuliyah di Jurusan Syari’ah Muamalah Wal-Iqtishad (SMI) atau yang sekarang dikenal dengan jurusan Hukum ekonomi Islam (HES). 

Keinginan rahmad mengambil jurusan Ekonomi itu bukan tanpa alasan, sewaktu kelas 3 SMA dia berkeinginan untuk menjadi seoarang pegawai Bank dan bahkan bercita-cita menjadi seorang Direktur bank. Sambil kuliyah seorang rahmad ketika malam hari bekerja untuk mendapatkan uang jajan lebih dengan cara membantu orang kampung halamannya berjualan, ia pernah berjualan martabak, roti bakar bandung serta jualan jamu di kaki lima persisnya di jalan seputaran Masjid raya Baiturrahman Banda Aceh. Maklum Keluarga dari kampung hanya bisa memberikan bekal seadanya saja, dan rahmad seorang anak yang tidak mau membuat orang tuanya susah dan repot karena dirinya. Sampai pada tahun 2015 rahmad punya gerobak roti bakar bandung sendiri dan berjualan di seputaran Batoh, jiwa dagang memang ada pada dirinya mungkin ketururnan dari sang Bunda yang pernah berdagang ketika rahmad kecil. Seiring berjalannya waktu pada semester 4 dalam perkuliyahan dia bergabung dengan organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dia mengikuti Darul Arqam Dasar (DAD) yang dibuat oleh PC IMM Kota Banda Aceh di Aula Nusantara Punge. Semenjak mengikuti DAD itu rahmad mulai berubah yang dulunya hanya mahasiswa yang pagi pergi kuliyah dan sore pergi jualan untuk mendapatkan uang jajan, maklum orang kampung dari keluarga yang sangat sederhana kuliyah hanya membawa modal nekad. Semenjak itu ia menjadi seorang mahasiswa yang sedikit peka terhadap persoalan Kedaerahan, Bangsa dan Ummat. Dia mulai berpikir untuk apa jadi seorang direktur Bank kalau keadaan daerah bangsa dan Ummat belum sampai ketahap sejahtera dan Makmur. 

Hidup di Indonesia, sebuah negara Demokrasi yang hampir semua keputusan mengenai keadaan bangsa di putuskan oleh para elit bangsa yang notabennya adalah politikus membuat seorang rahmad ingin menjadi seorang individu yang mampu memecahkan persoalan Bangsa terutama persoalan Kedaerahan. Hal itulah yang membuat seorang rahmad tidak konsen pada jurusan yang ia geluti di kampus, ia mulai berfikir kenapa ia tidak mengambil jurusan hukum saja, karena menurutnya jurusan itu mampu memecahkan permasalahan daerah dan mampu juga membuat daerah sedikit maju. Menurut rahmad hukum bisa menata semua aspek kedaerahan, memberi solusi bagi kondisi daerah sudah masuk dalam zona tidak aman, hukum juga bisa menata kehidupan masyarakat agar semua masyarakat merasa tentram dan mendapatkan kemakmuran. 

Dalam ber-IMM rahmad bukan saja menjadi kader dan anggota biasa. Pertengahan 2015 ia diberikan Surat Keputusan dari DPD IMM Aceh sebagai Sekretaris Umum untuk PC IMM Aceh Besar dalam waktu yang sangat singkat yaitu 6 bulan. Kenapa putra Labuhanhaji itu di berikan mandat sebagai sekretaris umum PC IMM Aceh Besar, hal itu pasti ditanyakan oleh berbagai kalangan mahasiswa, jawabannya adalah karena dia kuliyah di UIN Ar-Raniry. Dalam Organisasi IMM daerah yang masuk dalam PC IMM Aceh Besar itu termasuk Kampus UIN Ar-Raniry dan UNSYIAH, makanya seorang rahmad ditunjuk sebagai pemegang mandat sekretaris umum PC IMM Aceh Besar. Dalam Ber-IMM rahmad melanjutkan pendidikan perkaderan tingkat Madya atau dalam IMM disebut dengan Darul Arqam Madya (DAM) di Jawa Tengan yaitu di Purworejo pada tahun 2016. 

Tahun 2016 terlaksana Musycab PC IMM Aceh Besar dan kembali Rahmad terpilih menjadi sekretaris umum dibawah ketua IMMawan Muhammad Awaludin. 2017 tepatnya pada bulan September terselenggara kembali Musycab PC IMM Aceh Besar bertempat di Sibreh tepatnya di Pesantren Baitul Arqam, di Pesantren itu rahmad terpilih menjadi Ketua Umum PC IMM Aceh Besar. Januari 2019 tepat pada tanggal 6 jabatan rahmad sebagai ketua umum di PC IMM Aceh Besar digantikan oleh Saudara Agung Witanto di Arena Musycab PC IMM Aceh Besar, karena masa periode rahmad menjadi ketua sudah habis bahkan lebih beberapa bulan. Selain aktif di organisasi IMM rahmad juga aktif di organisasi lainnya, sebut saja di DPD II KNPI Aceh Besar rahmad di percaya sebagai wakil Bendahara untuk periode 2017-2020, dan organisasi kemasyarakatan lainnya yang terlalu banyak untuk disebutkan. 

Rahmad menyelesaikan kuliyahnya pada tahun 2017, dalam kata lainnya rahmad tercatat menjadi mahasiswa selama 10 semester atau 5 tahun penuh sehingga mendapatkan gelar Sarjana Humum (S.H) dari Fakultas Syari'ah UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Setelah menyelesaikan kuliyah sekarang rahmad berkegiatan di salah satu Instansi Negara yang fokus pada pengawasan kepemiluan.

8 Responses to "Profilku"

  1. Perjalanan yg luar biasa penuh inspiratif πŸ™‚πŸ™‚Nikahnya kapanπŸ˜ŠπŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. InsyaAllah 2020 milik kita.

      Hapus
    2. Aminnn
      Semoga di satukan dalam ikatan suci😊

      Hapus
    3. Amin.
      Semoga peejalan menuju 2020 adalah perjalanan yg diberkahi Illahi Rabbi.

      Hapus
  2. Aminnn
    InsyaAllah niat yg baik pasti akan berujung kebaikan, yg penting ikhtiar dan doa 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin.
      Mari sama2 berikhtiar dan berdoa. Agar niat tersampaikan dg baik.

      Hapus
  3. Marilah kita berdoa dan berikhtiar bersama

    BalasHapus