Membangun Desa, Memajukan Indonesia




Negara Indonesia yang merdeka pada tanggl 17 Agustus 1945 silam kini telah menjadi Neg
ara yang damai dan aman bagi masyarakat. Negara yang dikenal sebagai Negara kepulauan ini memang unik dan mempunyai karismatik tersendiri bila dibandingkan dengan Negara-Negara lain di bagian Tenggara Pulau Asia, terdiri dari 
17.000 lebih pulau, berbagai suku, etnis, budaya dan bahasa. 

Puluhan tahun sudah merdeka, bebas dari segala bentuk penjajahan dan intimidasi oleh negara lain, sekarang sudah saatnya para petinggi Bangsa memperhatikan dan fokus kepada pembangunan dan perkembangan Desa.

Peran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi harus ditingkatkan, semua Desa yang ada di Indonesia harus dipantau dan diberikan bekal dengan maksimal dalam mengelola dan membangun semua sektor yang ada di Desa. Bisa saja Kementerian yang mengurus Perdesaan mengundang semua Kepala Desa Se-Indonesia secara bertahap dalam agenda membimbing dan membekali Desa untuk mencapai pembangunan yang maksimal dan berdampak bagi kemakmuran masyarakat. 

Jika ingin memajukan Bangsa Indonesia maka harus membangun Desa. Membangun Desa bukan saja fokus dibidang pembangunan fisik tapi juga membangun peradaban serta mengembangkan kemampuan sumber daya manusia untuk bisa menciptakan hal baru yang bisa mendongkrak perkembangan Desa jauh lebih cepat mancapai kemakmuran dan kesejahteraan.

Menurut  Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Februari 2019 lalu angka pengangguran di Indonesia mencapai 6,82 juta, angka yang tidak sedikit bagi Bangsa yang sudah merdeka 74 tahun ini. Tentunya sudah menjadi rahasia umum bahwa penyumbang terbanyak dari angka pengangguran di Negeri ini adalah masyarakat pedesaan yang bergelut dan selalu menjaga Desanya sehingga mengakibatkan tidak berani mengambil langkah keluar dari Desa untuk mencari penghasilan dalam memenuhi kehidupan sehari-hari.

Hal yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah pusat yaitu Presiden dan menteri yang menangani urusan pedesaan adalah menciptakan dan membuka lapangan kerja di Desa bukan diperkotaan, karena kemakmuran dan keberhasilan suatu bangsa seharusnya bukan diukur dari betapa mewah dan gagahnya Ibu Kota tetapi betapa makmur dan sejahteranya masyarakat Desa. Untuk apa Ibu Kota yang mewah dan gagah tetapi masyarakat Desa menjerit menahan lapar akibat perekonomian tidak stabil dan bahkan jauh dari kata sejahtera. Pendapatan kurang sedangkan kebutuhan semakin hari terus bertambah, harga bahan-bahan pokok tidak seimbang dengan isi dompet rakyat Desa, hal itu semuanya disebabkan oleh sumber pendapatan yang tidak cukup akibat lapangan kerja yang masih kurang di perdesaan.

Siapa yang harus bertanggung jawab dan menjadi simbol kemakmuran serta kesejahteraan Desa, ini tentunya adalah para Kepala Desa atau di Aceh disebut dengan Keucik Gampong. Peran Keucik sangat pital dalam membangun dan mengembangkan Desanya, maka dari itu Kecik adalah simbol yang menentukan arah kemajuan ataupun kemunduran suatu Desa.

Sudah satu periode masa Kepemimpinan Presiden Jokowi, dengan program dana Desa yang disalurkan merata kesetiap Desa tanpa pilih kasih. Kucuran dana segar ini harus dimanfaatkan dengan maksimal oleh para Keucik untuk membangun Desanya, memakmurkan rakyatnya dan mensejahterakan penduduknya. 

Dana Desa yang bukan saja bertujuan untuk membangun Desa lewat pembangunan fisik semata, akan tetapi juga bisa dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMD) atau di aceh disebut Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan Gampong dan bisa memakmurkan rakyat lewat BUMG tersebut. BUMG adalah Badan usaha yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi rakyat Desa, menampung kreatifitas anak Desa dan disalurkan menjadi suatu usaha ekonomi kreatif sehingga mampu mengurangi angka pengangguran yang ada.

Ukuran keberhasilan dari pengelolaan dana Desa adalah tata kelola Desa sudah rapi, Desa terlihat indah dipandang oleh mata, tidak ada lagi sampah yang berteburan, masyarakat sudah ada pekerjaan yang bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari serta BUMG yang terus berkembang dan bisa menjadi kekuatan baru sumber dana Desa. Maka dari itu membangun Desa merupakan wujud nyata untuk memajukan Bangsa.



Rahmad Kurniadi, S.H (Anak Desa Bakau Hulu).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

3 Responses to "Membangun Desa, Memajukan Indonesia"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel