Cinta Paripurna Akan Menumbuhkan Kekuatan

sumber poto: kumparan
Tidak ada makhluk yang bernyawa di dunia ini hidup tanpa ada butiran cinta dalam dirinya. Tuhan Yang Maha Esa selaku pencipta segalanya di alam semesta menciptakan makhluk khususnya manusia sebagai makhluk yang sempurna, menjadikan manusia  insan yang penuh dengan sifat kemuliyaan dan kehanifan.

Begitu banyaknya sifat dalam diri manusia yang Allah titipkan untuk senantiasa dipelihara dengan sebaik-baiknya dan dijaga dengan seelok-eloknya.  Ada yang mengatakan cinta itu sebuah sifat namun ada juga yang mengatakan cinta itu merupakan kata benda, tetapi tidak ada yang membantah bahwa cinta itu datangnya dari hati dan bersemi didalam hati.

Berbicara tentang cinta mungkin tidak pernah ada kata bosan untuk menerangkan, mendengarkan dan mengungkapkan bagi setiap insan manusia, karena cinta ini memang sudah Allah takdirkan hadir dan bersemi didalam jiwa setiap hamba. Setiap kita selaku makhluk yang diciptakan oleh Allah pasti mempunyai rasa cinta, ada rasa cinta yang biasa saja, ada juga rasa cinta yang begitu besar serta ada juga rasa cinta yang tak pernah hilang dan lekang oleh waktu. Namun semua rasa cinta itu sifatnya selalu menumbuhkan kekuatan, tidak pernah cinta membuat seseorang menjadi lemah tak berdaya.

Cinta yang paling tinggi adalah cinta paripurna. Paripurna dalam KBBI bermakna lengkap, penuh lengkap dan sempurna. Jadi sebenarnya cinta paripurna adalah sebuah gambaran cinta yang sangat sempura hingga tidak ada sedikitpun kecacatan di dalamnya, sehingga membuat cinta paripurna sebagai bentuk keagungan dan kemuliyaan sebuah cinta. Cinta paripurna juga tidak bisa dimiliki oleh seluruh insan di dunia, cinta paripurna hanya dapat dimiliki oleh insan-insan yang jiwanya suci dan sifatnya mulia. 

Banyak kisah cinta manusia yang bisa kita jadikan inspirasi sebagai tanda bahwa wujud cinta itu memang benar menumbuhkan kekuatan bagi setiap insan. Kita mungkin perlu mengulang bagaimana cinta seorang istri manusia agung di muka bumi ini yaitu Khatidjah istrinya Nabiyullah Muhammad SAW. Masih terngiang ditelinga kita, masih tersimpan dalam memori kita semua tentang kisah Nabi Muhammad ketika menerima wahyu pertama di gua Hira’, setelah menerima wahyu Nabi Muhammad bergegas pulang kerumahnya dalam kondisi seperti orang ketakutan dengan badan menggigil dahsyat serta mengeluarkan keringat. Sampai kerumah Nabi disambut oleh seorang wanita yang mulia, dialah Khatidjah istri yang sangat dicintai oleh Nabi. Khatidjah langsung menyambut kepulangan Nabi dengan penuh cinta dan kasih, Khatidjah yang melihat kondisi Nabi langsung mengambil selimut dan menyelimuti Nabi serta memeluk dengan penuh cinta, sebagai bentuk pengabdian seorang istri. Hadirnya Khatidjah yang selalu memberikan cinta dalam hidup Nabi Muhammad menjadikan Nabi selalu kuat dalam menjalani visinya sebagai penerang ummat. Begiulah bentuk cinta paripurna dari Khatidjah kepada Nabi. Cinta itu memang menguatkan.

Gua Hira', sebuah gua dibukit dekat mekkah merupakan gua cinta bagi Nabi Muhammad karena banyak kenangan dan pelajaran yang ia dapatkan ditempat tersebut. Gua Hira’ jualah yang menguatkan Nabi dalam menghadapi berbagai persoalan kaum mekkah yang menentang kenabiannya. Berkat gua Hira’lah Nabi bisa menyebarkan Agama yang rahmatil ‘alamin kepada kaum dan ummatnya. Khatidjah contohnya yang mau menerima dakwah Nabi setelah mendengar kabar tentang kejadian Nabi di gua Hira’.

Khatijah adalah orang yang pertama masuk Islam yang menyambut dakwah sang suami (Muhammad) dengan penuh cinta, Kahtijah rela berkorban apapun demi dakwah Nabi tentang Islam. Khatidjah adalah seorang perempuan yang bergelimangan harta kekayaan,  namun ia rela mengorbankan semua hartanya untuk dakwah Sang Nabi. Itu semua dilakukan karena bentuk cinta paripurna, memang cinta itu menguatkan.

Setelah khatijah menyusul pula Ali bin Abi Thalib remaja yang cerdas berumur 10 tahun sekaligus saudara sepupu Nabi.  Ali rela kehilangan masa kanak-kanaknya hanya untuk mengikuti jejak Nabi dalam mendakwahkan Islam. Itu semua karena bentuk cinta paripurna Ali.

Kemudian Abu Bakar yang merupakan sahabat karibnya Baginda Nabi sejak kecil, Abu Bakar juga seorang saudagar yang kaya raya hidupnya serba kecukupan. Namun ia rela menghabiskan hartanya demi mengikuti dakwahnya Nabi bahkan berhasil mengIslamkan beberapa temannya. Ini semua berkat dan karena cinta paripurna. Sedangkan Aisyah putri kesayangan Abu Bakar menurut sejarah Islam adalah orang yang ke 21 atau 22 memeluk Islam. Cinta itu selalu menguatkan.

Lihat pula bentuk Cinta paripurna dari Abu Abdillah Al-Arqam bin Abi Al-Arqam, sahabat yang satu ini menjadikan rumah kediamannya sebagai tempat Nabi Muhammad mengumpulkan pemeluk Islam dikala itu dan mengajarkan tentang Islam serta menjelaskan hukum-hukum Allah. Rumah Ar-qam menjadi tempat rahasia Dakwah Islam dimulai tanpa sepengetahuan orang-orang kafir. Inilah bentuk cintan paripurna yang selalu menguatkan.

Kita lihat pula kisah Nabi yang dilempar dengan kotoran dan ludahan. Setiap waktu subuh Nabi pergi kemesjid dan melewati sebuah rumah yang dihuni oleh seorang nenek tua, setiap melewati rumah itu Rasul selalu melihat nenek tua berada di atas lantai rumahnya dan dengan sengaja melemparkan kotoran-kotoran ternak ke atas kepala Rasulullah. Nenek tersebut berharap Sang Nabi marah besar, akan tetapi Nabi membalasnya dengan senyuman indah. Setiap subuh nenek tua tersebut melakukan hal yang sama yaitu melempari kepala Nabi dengan kotoran ternak, bahkan sekali-kali ditambah dengan semburan air ludah kepada Rasul, Nabi tetap membalasnya dengan senyuman indah penuh kasih sayang. Suatu subuh Rasul tidak mendapatkan lemparan kotoran dan semburan ludah dari sang nenek tua, Rasul bertanya kepada tetangganya kemana sang nenek tua yang selama ini melemparkan dan meludahi beliau, tetangga itupun kembali bertanya kepada Rasulullah "wahai Rasul, untuk apa engkau menanyakan kabar orang yang setiap hari menghinamu wahai Rasul ?" keagungan akhlak Rasulullah yang hanya menjawab pertanyaan itu dengan senyuman kasih sayang.

Sang nenek tua itu hidupnya sebatangkara di rumah dan sekarag ia lagi sakit, jawab tetangga itu. Tak menunggu lama Rasulullahpun bergegas pergi menuju rumah nenek tua yang setiap subuh melempari beliau dengan kotoran dan ludahan, Rasul mengetuk pintu rumah sang nenek berkali-kali sehingga sang nenek membuka dan terkejut melihat yang datang adalah Baginda Nabi Muhammad. Belum ada orang yang menjenguknya selain Rasulullah, nenek ini beranggapan bahwa Rasul ingin membalas dendam atas kelakuannya selama ini, namun jauh dari bayangan sang nenek tersebut, Rasulullah bahkan merawat sang nenek tua yang sedang sakit, menyiapkan makanan dan membersihkan rumah. Sang nenek tersipu malu dengan keagungan Akhlak Nabi dan akhirnya nenek tua tersebut memeluk Islam. Itulah bentuk cinta paripurna dari Rasul terhadap sesama. Cinta itu memang menguatkan.

Di Indonesia kita lihat perjalanan KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah, beliau berdakwah dengan pola tajdid mengajak masyarakat menjauhi perbuatan syirik. Dakwahnya kala itu banyak mendapatkan rintangan dan halangan dari sebagian masyarakat setempat karena dinilai bertentangan dengan apa yang selama ini dilakukan dan diajarkan oleh nenek moyang mereka terdahulu, namun K.H Ahmad Dahlan tetap berdakwah dengan penuh cinta dan kasih sayang. Puncak dari pada kemarahan masyarakat yang menghalangi gerakan dakwah Ahmad Dahlan adalah dibakarnya tempat pengajian Kiyai Dahlan oleh segerombolan orang yang belum menerima gerakan dakwahnya. Sempat sang Kiyai waktu itu meninggalkan kampung halamannya yaitu Kauman Yogyakarta untuk mencari kedamaian hati, namun karena bentuk cinta paripurnanya terhadap kampung halaman akhirnya ia kembali ke Kauman untuk berdakwah dengan penuh cinta walaupun ia disebut oleh sekelompok orang sekitaran kauman dengan sebutan Kiyai kafir.

Sebutan Kiyai kafir itu bukan menjadikan Ahmad Dahlan berang dan memusuhi masyarakat, bahkan menjadikan Ahmad Dahlan lebih kuat dan tegar dalam berdakwah menyampaikan ajaran Islam yang murni. Buah dari dakwah yang penuh cinta paripurna  dari sang Kiyai akhirnya masyarakat Kauman menerima dengan sepenuh hati tentang dakwah Islam yang disampaikan olehnya. Puncak dari keberhasilan dakwah sang Kiyai adalah berdirinya Muhammadiyah pada tahun 1912 Miladiyah di Kauman Yogyakarta, hingga kini Muhammadiyah diterima seluruh lapisan masyarakat Indonesia dan Manca Negara. Itulah bentuk cinta paripurna dari Sang Kiyai Dahlan. Cinta itu memang menguatkan.

Belum lagi bentuk kecintaan Ahmad Dahlan untuk Bangsa Indonesia, beliau menyumbangkan pikiran-pikiran hebatnya untuk memerdekan Bangsa ini dari penjajah. Beliau lebih banyak memfokuskan pemerdekaan anak Bangsa untuk dapat mengenyam pendidikan agar tidak mudah di bodohi Bangsa asing. Beliau yang menggalakkan pemberdayaan bagi kaum marjinal dan muztadh’afin dari belenggu kemiskinan. Beliau rela tidak punya harta demi memerdekan rakyat dan Bangsa. Tidak diragukan lagi nasionalis seorang Kiyai Ahmad Dahlan. Itulah bentuk cinta paripurna yang terus menguatkan.

Lihat pula bentuk cinta K.H Hasyim Asy’ari pendiri Nahdhlatul Ulama (NU). Kiyai yang dikenal karena kecerdasan dan keilmuannya yang luas, merupakan figur yang senantiasa haus akan pengetahuan. Beliau gemar menuntut ilmu dari berbagai Kiyai di Indonesia hingga berguru sampai ke Tanah Suci Mekkah. Kiyai Hasyim berhasil mendirikan NU pada tahun 1926 Miladiyah. Kiyai Hasyim ini juga mempunyai hubungan keluarga dengan Kiyai Dahlan pendiri Muhammadiyah.

Tidak perlu diragukan lagi bagaimana perjuangan Kiyai Hasyim dalam berdakwah di kalangan masyarakat, meperbaiki keimanan yang kala itu telah goyah akibat para penjajah yang merampas kebebasan rakyat. Dalam berbangsa tidak ada yang meragukan sikap Nasionalisnya seorang Kiyai Hasyim, ia rela dihantam bahkan disiksa oleh penjajah demi memperjuangkan kemerdekaan Bangsa Indonesia. Kiyai Hasyim tak pernah gentar melawan penjajah yang terus merampas wilayah Nusantara, berkali-kali sang Kiyai menyatakan Jihad fi Sabilillah kepada kaum Muslimin dalam melawan penjajah, hingga wafatnya sang Kiyai masih dalam kondisi memikirkan tentang Bangsa. Begitulah bentuk cinta paripurna dari sang Kiyai. Cinta itu memang menguatkan.

Sedikit kita merenung tetang cinta paripurna dari orang tua kita, ayah dan ibu. Lihat dan renungkan bagaimana seorang ayah berjuang mencari nafkah demi keluarga, demi istri dan anak-anaknya. Mungkin waktu seorang ayah memang kurang untuk bercengkrama, berdialok dan berkasih sayang didalam rumah dengan keluarga. Namun perlu kita ketahui seorang ayah memang tidak penuh waktu dirumah akan tapi ketahuilah seluruh pikirannya setiap saat memikirkan tentang kebahagiaan keluarga.

Ayah adalah seorang lelaki hebat nan perkasa, dia merupakan pahlawan bagi anak-anak dan istrinya. Dalam mencari nafkah untuk keluarga seorang ayah tidak mengenal betapa teriknya panas matahari, betapa dinginnya semburan hujan dan betapa kejamnya arus gelombang lautan yang selalu menghantam tubuhnya. Baginya yang terpenting adalah kebahagiaan melihat sang anak dan istri gembira bersama. Lihat pula betapa kasar dan kotornya serta betapa banyak goresan bekas luka ditelapak kaki dan tangan seorang ayah, itu semua dilakukan agar telapak kaki serta telapak tangan sang anak dan istri tetap bersih tanpa goresan. Itulah bentuk cinta paripurna seorang ayah untuk keluarga. Cinta itu memang menguatkan.

Kita beranjak pula tentang cinta paripurna seorang ibu, bunda atau mamak kepada anaknya. Kita jangan lupa perjuangan berat sang Ibu ketika anaknya masih berada dalam rahim selama 9 bulan penuh, berat perjuangan ibu merawat sang anak ketika masih berada didalam rahim. Alam rahim bukanlah alam kayangan dan bukan pula alam mainan tetapi alam dimana ibu berbagi makanan bahkan nyawa dengan anaknya.

Belum lagi perjuangan seorang ibu ketika melahirkan yang rasa sakitnya tidak bisa digambarkan oleh kata dan tidak bisa dirasakan oleh jiwa, yang ditaruhkan bukanlah raga, bukan pula harta, namun yang dipertaruhkan agar anak bisa melihat dunia adalah nyawa. Ketika sang anak lahir dengan selamat dan bisa menghirup udara lihatlah pancaran kegembiraan yang keluar dari rawut wajah seorang ibu, seakan tidak ada rasa sakit yang amat dahsyat ketika melahirkan anaknya. Itulah bentuk cinta paripurna dari seorang perempuan hebat yaitu ibu. Cinta itu memang menguatkan.

Mungkin kita selaku anak juga harus merenung dan menghayati bagaimana bentuk cinta paripurna seorang ibu ketika merawat anak dari kecil hingga dewasa. Ibu yang menyusui anaknya selama 2 tahun, air susunya yang menjadi asupan nutrisi dan terus mengalir dalam setiap darah dan daging anak-anaknya. Waktu malamnya sudah menjadi siang karena menjaga anak agar terlelap tidur dengan nyenyak, karena tidak rela secuilpun darah anaknya dihisap oleh nyamuk. Nikmat makannya dilupakan hanya untuk melihat lahapnya makan sang anak. Mungkin sampai ibu rela berbohong sudah makan agar anak-anaknya bisa makan dengan nikmat. Itulah bentuk cinta paripurna dari seorang ibu. Cinta itu memang menguatkan.

Itulah bentuk cinta paripurna yang terus menguatkan pemilik cinta. Hanya cinta paripurna yang bisa membuat setiap insan jadi mulia dan berharga di mata Tuhan dan sesama hamba.

Rahmad Kurniadi, SH (Putra Labuhanhaji)


Berlangganan update artikel terbaru via email:

13 Responses to "Cinta Paripurna Akan Menumbuhkan Kekuatan"

  1. Thumbs upπŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  2. mantap om rahmad, sukses selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimaksih IMMawan Fahrul..
      Semoga tulisan ini bermanfaat

      Hapus
  3. Semoga om rahmad tetap konsisten menulis dan berdakwah dg penuh cinta. Sukses buat om rahmad

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih. Mohon saran dan masukannya.
      semoga tulisan ini bermanfaat

      Hapus
  4. Di belakang orang hebat itu ada orang yang Loyal yang selalu komit membantunya. Nah yang Loyal itu adalah orang yang memiliki cinta Paripurna kepada orang hebat tsb. Jadi pak saran saya sudah boleh cari pendamping terus supaya dapat berkasih sayang ...he he he. Sukses terus dan terus bekarya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. HE,,HE,,HE,,,
      teimaksih masukannya pak.
      mohon doa dari bapak

      Hapus
  5. Seperti yang pernah saya sampai waktu bincang-bincang kecil sambil ngopi.
    Bahwa cinta itu adalah sebuah cerita kehidupan yang dipadukan dengan komplektivitas kehidupan. Sebab didalam cinta ada sub kehidupan baru yang ditokohi sepasang sejoli namun tetap melibatkan pokok kehidupan utama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepasang sejoli sangat mendambakan cinta yang utuh, cinta yang sempurna dan cinta yang selalu menumbuhkan suasana bahagia. Namun setiap pasangan sejoli selalu membangun dan mendambakan cinta paripurna untuk membuat sebuah sejarah cinta yang harmoni tanpa penuh sensasi.

      Hapus
  6. Cinta mampu menyatukan sebuah perbedaan menjadi satu😊😊
    Jadilah inspirasi dari setiap org

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menjadi inspirasi setiap orang itu butuh cinta.

      Hapus
  7. Bucin tetaplah bucin, wkwkw

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel