MAHASISWA HARUS JADI BENTENG TERAKHIR KEBENARAN DAN KEADILAN

 
Mahasiswa dalam pandangan masyarakat pada umumnya adalah sebagai kaum terdidik yang mempunyai keilmuan lebih di bandingkan dengan masyarakat petani dan nelayan, namun dalam pandangan sebagian masyarakat mahasiswa tidak ada beda dengan masyarakat lainnya dikarenakan mereka melihat sebagian mahasiswa ketika sudah mendapatkan gelar Sarjana tidak ada membawa suatu perubahan apapun, malah ketika menjadi mahasiswa mejadi beban berat keluarga pedesaan yang ekonominya menengah ke bawah.
Seharusnya mahasiswa harus menjadi penggerak utaman perubahan bagi masyarakat kearah yang lebih baik, dengan berbekal ilmu, moral, gagasan dan trobosan baru. Bukan malah hanya diam dan acuh akan problem yang sedang dialami masyarakat saat ini. Tidak sedikit mahasiswa yang hanya duduk diam dan tidur, tanpa sedikitpun memikirkan persoalan-persoalan kemasyarakatan, keummatan dan kebangsaan.
Mahasiswa seakan tuli dengan kabar-kabar tentang nasib ummat dan dan Bangsa saat ini, sebagian mereka hanya berfikir bagaimana setelah selesai kuliyah mereka menjadi seorang PNS  tidak lebih dari itu. Pola pikir mahasiswa yang hanya memikirkan nasib individu semata bukanlah dikatakan dalam kategori mahasiswa yang idieal saat ini maupun kategori mahasiswa masa lalu.
Mahasiswa sudah lupa dengan jati dirinya sebagai social control, yang dengan kemampuan intelektualnya, kepekaan sosialnya  dan sikap kritis karena idialisme nya yang sangat dibutuhkan oleh rakyat mampu menjadi pengontrol bagi kehidupan bermasyarakat yang dipimpin oleh penguasa Negara. Seharusnya mahasiswa mampu memberikan saran, kritik serta solusi untuk permasalahan yang sedang dihadapi Bangsa kita saat ini.
Fungsi social control yang melekat pada setiap individu mahasiswa itu harus dibuktikan kepada masyarakat dan Bangsa saat ini, mahawiswa harus mampu menerobos masuk dan membereskan pesoalan yang melilit Bangsa ini. Mahasiswa seharusnya memberontak terhadap permainan busuk para elit dan bandit yang ada dalam tubuh Negeri ini yang selama ini dianggap lazim saja oleh penguasa.
Fungsi mahasiswa sebagai agent of change, peran itu sangat populer bagi seluruh mahawiswa negeri ini, karena sejak awal masuk di dunia perkuliyahan kata-kata mahasiswa adalah sebagai agent of change itu sudah mulai diperdengarkan oleh para senior bahkan para dosen di kampus-kampus. Peran mahasiswa sebagai agen perubahan bukan berarti mahasiswa mengalahkan peran-peran tokoh Bangsa yang telah banyak berbuat untuk kebaikan Negeri ini dan juga bukan berarti mahasiswa ingin mendapatkan penghargaan khusus dari Negeri ini sebagai Pahlawan perubahan, tetapi yang perlu dilakukan mahasiswa dengan gelar agent of change tersebut adalah mahasiswa selalu berada pada jalur kebenaran dan keadilan. Sikap kritis yang ada pada mahasiswa jangan sempat di bungkam apalai dirampok oleh bandit-bandit di Negeri ini, justru bandit-bandit di Negeri ini harus takut bahkan K.O oleh sikap mahasiswa yang mampu menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan.
Fungsi yang juga ada pada Mahasiswa adalah sebagai iron stock artinya mahasiswa saat ini adalah aset besar Bangsa kedepan, mahasiswa saat ini merupakan pemimpin-pemimpin dimasa depan, karena itu mahasiswa saat ini jangan hanya menjadi mahasiswa yang duduk diam apalagi tidur dan ngopi saja sehingga hanya mementingkan kehidupan dan nasib diri sendiri tetapi jadilah mahasiswa yang tiap saat tetap kritis, peka terhadap situasi Bangsa, berani melawan penjajahan moral, serta berani melawan bandit-bandit di Negeri ini yang tiap saat memperkosa hak-hak rakyat.
Jika mahasiswa masih tuli dan acuh terhadap persoalan Bangsa saat ini, maka sudah tidak ada lagi harapan untuk kehidupan Bangsa yang lebih baik kedepan nantinya.  Mahawiswa harus jadi benteng terakhir kebenaran dan keadilan bagi rakya demi Bangsa ini. Kalau bukan mahasiswa yang diharapkan lalu kepada siapa lagi rakyat ini akan mengharapkan kebenaran dan keadilan di Bangsa yang besar  ini.
Bangsa ini dikatakan dengan Negara Hukum, tapi apa yang didapatkan oleh kebanyakan rakyatnya? Hukum yang dimaksud hanya berlaku pada rakyat kecil, sedangkan rakyat elit dalam Negara ini apalagi para Bandit-bandit seakan mempunya imunisasi yang dahsyat sehingga tidak tersentuh oleh hukum  di Negeri ini. Makin nyatalah hukum di Negeri ini bagaikan mata pisau, yang hanya tajam kebawah dan tumpul keatas.
Contoh tentang senjangnya hukum dinegeri ini sudah sangat banyak, para koruptor mendapatkan hukuma yang tidak setimpal dengan perbuatannya yang merugikan Negara. Mereka mendapatkan fasilitas bagikan fasilitas hotel bintang lima di dalam tahanan, mereka bisa mendapatkan remisi bahkan mereka bisa berinteraksi dengan para elit Bangsa secara gembira. Sedangkan kasus hukum yang menimpa rakyat kecil diadili dengan sadis bahkan lebih berat hukumannya di bandingkan pencuri-pencuri berdasi di Negeri ini. Lain lagi kasus pelanggaran HAM yang selalu tidak berhasil diselesaikan oleh Penguasa Negeri ini, bahkan terkesan sengaja didiamkan.
Saat ini Bangsa kita butuh peran mahasiswa yang utuh untuk kepentingan Negeri, bukan peran mahasiswa yang diperalat oleh penguasa, politikus serta bandit dalam Negeri. Sudah banyak kita liat peran dan gerakan mahasisawa saat ini cendrung oleh titipan sekolompok orang yang ingin memuluskan jalannya mencapai sesuatu.
Organisasi mahasiswa seperti IMM, HMI, PMII, KAMMI, HIMMAH, GMNI, GMKI dan lain-lain serta BEM di seluruh kampus Indonesia, apabila organisasi mahasiswa tersebut masih utuh idealismenya, masih kuat gerakannya, masih tinggi moralnya, masih tajam siasatnya serta masih sehat akalnya tentu mereka masih menjadi benteng terakhir kebenaran dan keadlian bagi Bangsa ini. Jangan sampai organisasi mahasiswa bisa di pecah belah oleh penguasa, politikus, pejabat serta bandit yang ingin merusak dan merampok Bangsa ini dengan dalih untuk kepentingan Bangsa tapi sebetulnya hanyalah untuk kepentingan mereka semata.
Kita berharap benteng terakhir kebenaran dan keadilan itu masih ada pada mahasiswa sehingga masih ada yang peduli terhadap nasib rakyat dan arah Bangsa kedepan. Tidak ada lagi bandit-bandit dalam negeri yang selalu memperkosa hak-hak rakyat, tidak ada lagi penguasa yang merampok harta rakyat, tidak ada lagi politikus   yang menggiring rakyat untuk kepentingan pribadinya serta tidak adalagi pejabat yang tertidur karena jabatannya sehingga tidak bisa buka mata untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Mahasiswa jangan mau dijadikan jembatan dan alat untuk memenangkan dan menenangkan penguasa, bandit, politikus serta pejabat dalam Negeri ini. Mahasiswa harus bisa membaca semua situasi saat ini dan bersiasat dengan baik untuk kepentingan rakyat dan Bangsa kedepan, agar penguasa, bandit, politikus serta pejabat tidak lagi membuyai rakyat dengan kata sejahtera tapi kenyataannya makin melarat dan sengsara.
Kalau ada penguasa zalim, politikus rakus, pejabat tamak serta bandit yang bertopeng pahlawan maka mahasiswalah yg harus bergerak dan mendesak di garda terdepan agar mereka-mereka para perusak Negeri ini tidak bisa lagi menikmati udara di Negeri ini. Mereka harus disingkirkan karena mereka sudah merampok kebenaran dan keadilan yang dijunjung tinggi Bangsa kita. Mereka tidak lagi menggunakan akal sehatnya namun yang mereka gunakan hanyalah hawa nafsu yang ingin menguasai Negeri ini dan membungkam hak rakyat.


Rahmad Kurniadi, S.H
(Ketua PC IMM ACEH BESAR Periode 2017-2018)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "MAHASISWA HARUS JADI BENTENG TERAKHIR KEBENARAN DAN KEADILAN"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel